Jelajah Jantung Kota Solo Kisah Bangunan Peristiwa Tokoh

Halo sob, kali ini mau bagi info Jelajah Jantung Kota Solo Kisah Bangunan Peristiwa Tokoh. Nah cari info wisata solo terbaru ? Cekidot sob…

Info Wisata Solo : Jelajah Jantung Kota Solo Kisah Bangunan, Peristiwa dan Tokoh

Kangen wisata bersama sob? Kamu bisa nyimak referensi wisata sejarah keren terbaru ini. Nah untuk sobat semua dihimbau tertib, jaga jarak dan jaga kebersihan. Ingat ya selalu pakai masker, rajin cuci tangan, bawa handsantizer. Patuhi dan terapkan displin protokol kesehatan.

Sabtu,19 Maret 2022 berkesempatan untuk ikutan jadwal regular dari Soerakarta Walking Tour yang membuat kita bisa merasakan jalan jalan asik edukasi sejarah Kota Solo. Bahkan sobat memilih opsi private tour yang bisa sobat tanyakan melalui DM instagram @soerakartawalkingtour. Pekan ini Sabtu,19 Maret 2022 jalan – jalan asik yang bercerita Jantung Kota Solo.

Singkat cerita, diawali dengan kumpul, doa bersama sebelum memulai kegiatan dan pengecekan suhu. Cerita awal dimulai dari cerita masa lalu bangunan Balai Soedjatmoko di komplek Gramedia Slamet Riyadi Solo.

Balai Soedjatmoko, Dahulu rumah dokter pribadi PB X

Sebelum dimanfaatkan sebagai Balai Soedjatmoko. Di masa lalu bangunan ini merupakan kediaman dr. Saleh Mangoendiningrat, beliau dokter pribadi yang merawat Pakubuwono X ketika sakit keras. Beliau sebagai dokter pribadi mendapatkan gaji setara bupati di masanya sekitar 800 gulden. Selain sebagai dokter Keraton, beliau adalah dokter umum juga. dr. Saleh Mangoendiningrat mengabdi ke keraton, mengabdi juga ke masyarakat. dr. Saleh Mangoendiningrat pernah dibayar dengan kelapa oleh masyarakat umum.

Ndalem Wuryaningratan, Cukup Kental Pengaruh Eropa

Ndalem Wuryaningratan, salah satu bangunan ndalem pangeran yang cukup kental pengaruh gaya arsitektur eropa berpadupadan dengan gaya arsitektur jawa. Diketahui, di dalam tembok kraton hanya ada 7, kemudian diluar tembok kraton 10. Ndalem Wuryaningratan tempat tinggal Kanjeng Pangeran Harya Wuryaningrat.

Ndalem Wuryaningratan dibangun oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV merupakan ayah dari Kanjeng Pangerang Harya Wuryaningrat. Ndalem Wuryaningratan dibangun tahun 1890 dan baru digunakan pada tahun 1914, setelah Kanjeng Pangeran Harya Wuryaningrat menikah dengan Gusti Raden Ayu Kustantinah yang merupakan putri Pakubuwono X.

Eks Hotel Cakra, Terkenal Menyeramkan?

Eks Hotel Cakra, terkenal akan cerita horornya. Namun bukan sekedar horror, ada cerita sejarah perebutan kekuasaan Jepang. Jika kamu sempat melihat, sebelum ditutup pagar tinggi karena ada insiden beberapa tahun silam. Di Eks Hotel Cakra terdapat Monumen Prasasti Perebutan Kekuasaan Jepang Dan Pertempuran Kempeitai.

Titik lokasi yang menjadi Eks Hotel Cakra, di masa lalu titik pengepungan dan penyerangan terhadap markas Kempeitai. Perjuangan perebutan kekuasaan Jepang, serangan atas markas Kempeitai yang dipimpin oleh Slamet Riyadi. Penyerangan tersebut memakan korban tewas adalah Arifin. Sebagai penghormatan kepada Arifin, diabadikan menjadi nama jalan di dekat Radio PTPN.

Mengenang tragedi dan menandai keberhasilan pemuda Surakarta, dibangun Monumen Perebutan Kekuasaan Jepang dan Pertempuran Kempeitai yang diresmikan pada 13 Oktober 1985 oleh Gubernur Jawa Tengah, H.M. Ismail.

Wisma Batari, Bergaya Art Deco Mewah Dijamannya

Salah satu bangunan cagar budaya yang coraknya eropa sekali, gaya art deco menjadi bangunan bangunan mewah dijamannya. Wisma Batari sudah mengalami beberapa perubahan. Dibangun oleh pengusaha batik tersuskses dijamannya. Wisma Batari, menjadi kantor koperasi batik. Tahun 1948 mengalami perubahan nama menjadi Batari, Batik Timur Asli Republik Indonesia. Semakin berkembangnya Batik Batari tersebut melahirkan suatu gagasan menyisihkan keuntungannya untuk kepentingan sosial dengan mendirikan Yayasan Pendidikan Batik Batari.

Perempatan Pasar Pon, Pernah Ada 2 Bioskop Besar

Titik ini dikenal dengan simpang 4 atau perempatan Pasar Pon. Diketahui Pasar Pon mulai ada pada tahun 1924 berlokasi di depan Pura Mangkunegaran (Ngarsopuro). Wujudnya kios-kios kecil seperti toko kelontong dan ramai dikunjungi saat hari pasaran jawa Pon.

Dimasa lalu saat bisnis hiburan berkembang pesat di Solo. Perempatan Pasar Pon terdapat dua bioskop modern, bioskop kelas A dimasanya. Keduanya adalah Ura Patria Theatre dan Dhady yang menjadi tempat gahol menonton film bagi kalangan menengah ke atas. Ura Patria Theatre sekarang menjadi bangunan pertokoan / ruko. Bioskop Dhady sekarang menjadi gerai KFC Ngarsopuro.

Serukan jelajah kota, sambil mendengarkan cerita dan belajar sejarah…Gimana menurut kamu? komentar dibawah ya!! Koreksi juga kalau kami salah…Tks

Advertisements
, , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published.