Monumen Gempa Bumi 2006 Cepokosawit

Halo sob , kali ini saya mau cerita sedikit tentang monumen yang berada di wilayah Cepoksawit , Boyolali. Monumen Gempa Bumi 2006 , sebuah monumen sebagai saksi sejarah terjadinya gempa bumi di Cepokosawit.

Tidak terasa sob sudah 10 tahun gempa dahsyat berkekuatan 5,9 SR itu berlalu. Warga Cepokosawit tidak pernah bisa melupakan kejadian itu. Semangat untuk bangkit dari keterpurukan lah yang menjadi modal warga untuk kembali membangun rumah yang rusak.

Kini warga membangun Monumen Gempa Bumi 2006 sebagai saksi sejarah terjadinya gempa bumi di Cepokosawit. Monumen yang dibangun di tanah kas desa seluas 500 meter persegi itu menelan dana senilai Rp225 juta dari swadaya masyarakat.

Photo By @mel_imel22 / Instagram.com

Jalan setapak sepanjang 50 meter menjadi jalan utama menuju ke monumen yang dibangun di tengah sawah. Desain monumen gempa berbahan utama batu setinggi 17 meter itu menyerupai dua gapura yang disatukan. Bangunan gapura masuk Candi Prambanan di Klaten menjadi inspirasi monumen. Ada sembilan pola gambar berbeda yang ukir di monumen ini. Setiap gambar memiliki filosofi atau makna tersendiri tentang bencana gempa bumi yang terjadi di Cepokosawit.

Photo By @antokmfzn / Instagram.com
Photo By @elang_pramudya / Instagram.com

Tiga pola gambar bermotif bunga di bagian bawah mengartikan tiga dukuh paling parah terkena gempa, sembilan gambar bulatan bermakna jumlah dukuh yang terkena gempa, 12 kotak berbentuk segi empat bermakna jumlah dukuh di Desa Cepokosawit, 12 gambar bunga sakura di tengah bermakna jumlah dukuh, gambar lima kotak segi empat pada bagian sayap monumen mengartikan waktu kejadian gempa, angka 2006 di puncak memiliki arti tahun kejadian gempa.

Kemudian lima bulatan di bawah bola dunia (globe) bermakna bulan kejadian gempa, 27 lembar daun di bagian sayap bermakna tanggal kejadian gempa, dan bola dunia bermakna gempa bumi.

Material untuk membangun monumen ini yaitu batu didatangkan dari Muntilan, Magelang. Monumen ini dibangun di dalam kompleks Situs Gajah Putih. Pembangunan monument ini dimulai tanggal 17 Februari 2014 sampai 4 April 2016.

Setelah diresmikan hingga saat ini monument ini telah menjadi salah satu destinasi wisata di Boyolali yang menarik untuk kunjungi sob. Disini sobat bisa berkunjung sambil belajar sejarah, tak lupa mengabadikan momen terbaik sebagai oleh – oleh dan bukti pernah berkunjung ke cepokosawit.

Berwisata adalah salah satu cara menyenangkan dan santai untuk belajar , mengenal , menambah wawasan secara luas budaya dan ragam lainnya serta berbagi pengalaman ya kan sob. Nah tak ada salahnya sobat berkunjung ke Monumen Gempa Bumi 2006.

Via Berbagai Sumber ( Termasuk solopos.com )

Advertisements
, , ,

2 thoughts on “Monumen Gempa Bumi 2006 Cepokosawit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *