Desain Keren Hotel 12 Lantai di Klaten

Halo sob, kali ini mau bagi info Desain Hotel 12 Lantai di Klaten. Desain keren hotel terbaru di Klaten. Cari info proyek solo terbaru ? Cekidot sob…

Info Proyek Solo : Desain Keren Hotel 12 Lantai di Klaten

Kabar gembira untuk sobat semua khususnya untuk sobat proyek dan yang sering banget traveling ke Klaten karena saat ini segera dibangun hotel terbaru di Klaten. Hotel ini dibangun dan dikembangkan oleh BUMN. Nah berhubung segera dibangun dan dilokasi sudah terlihat pager seng / pagar proyek maka dari itu kita bahas dulu untuk desain hotel terbaru di Klaten ini. Menarik lagi kebetulan dapat info desainya , dan keren lohh…

Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Pemkab Klaten, Agus Suprapto bercerita bahwa berkaitan dengan bangunan cagar budaya di dalam kompleks PTPN X, Agus menambahkan sudah tidak lagi masalah. Sudah ada rekomendasi tim ahli cagar budaya (TACB) Jawa Tengah yang menjelaskan tentang bangunan yang masuk kategori cagar budaya. Beberapa bangunan yang masuk kategori cagar budaya itu nantinya tidak akan dirobohkan. Berdasarkan gambar surat keterangan TACB Jawa Tengah No 832/ 22024 hanya ada tiga bangunan masuk kategori situs (Si). Meliputi bangunan kantor ( nomor 8), bangunan Litbang ( nomor 18) dan ruang pamer serta bangunan mess III atau paviliun (nomor 13).

Sumber : https://www.suaramerdeka.com/news/baca/217813/bumn-bangun-mewah-hotel-10-lantai

Sebelum bercerita seputar hotel ini diberi judul Hotel di Klaten oleh firma arsitektur yang merancangnya….

Hotel di Klaten

*Jenis Bangunan : Hotel

*Lokasi : Jalan Pemuda No 225, Kel Klaten, Kec Klaten Tengah, Kab Klaten

*Desain oleh : JOSO Architect

*Luas Lahan : 9.682m2

*Luas Bangunan : 15514,55m2

*Tinggi Bangunan: 12 Lantai, 43,5m

*Owner : Wika Realty & PTPN X

Bangunan hotel ini berada pada situs rumah dinas Perkebunan kantor PTPN X. Sebuah situs dengan beberapa bangunan bersejarah bekas kantor pusat N.V. Vareneedge Klatensche Cultuur Maatschappii yang diprakarsai Pemerintah Kolonial Hindia Belanda sebagai balai penelitian tembakau pada tahun 1898. Terdapat tiga bangunan yang dipertahankan untuk dialih fungsi menjadi fasilitas pendukung hotel yakni kantor induk, rumah dinas serta kantor pemasaran ( laboraturium ).

Keberadaan bangunan heritage pada tapak mendasari desain yang berorientasi pada konteks bangunan eksisting bergaya indies dengan penekaan pada elemen curvature sebagai ciri colonial. Repetisi elemen curva ini diambil dari konsep anyaman bambu atau gedek yang umum terdapat pada bangunan perkampungan jawa di masa lalu. Lengkung yang terulang dari konsep anyaman merupakan analogi dari cabang tembaku sebagai identitas PTPN X. Ketiga prinsip desain: curva, repetisi dan analogi dituangkan pada fasad bangunan sebagai komunikasi desain terhadap tapak.

Sementara pengolahan zonasi, desain tetap memperhatikan ruang publik sebagai upaya simbiosis antara mengenalkan nilai sejarah bangunan untuk masyarakat dan peluang kapital bagi hotel. Peletakan ruang publik terdapat pada zona terdepan yang mengarah pada hook jalan utama. Zona tersebut diolah menjadi ruang lapang yang diintegrasi dengan Rumah Dinas Bupati Klaten.

Sumber / Dikutip dari panel desain dari JOSO Architect saat acara Solo Arch Fest 2020 / @Skyscrapercitysolo From Instagram

Advertisements
, , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *