Dolan Bareng Museum Batik Danar Hadi Kota Solo

Halo sob, kali ini saya mau membagikan cerita Dolan Bareng Museum Batik Danar Hadi Kota Solo. Sudah pernah ke The House of Danar Hadi ? Nah kepo kan seperti apa ? Cekidot sob.

Wisata Solo : Wisata Museum Batik Danar Hadi Kota Solo

Indonesia itu keren banget, Indonesia bagus membuat siapapun jatuh cinta pesona Indonesia yang mantap betul. Indonesia sangat kaya akan aneka ragam warisan budaya. Seperti halnya Batik yang wajib dijaga dan dilestarikan. Semua hari sangat spesial , namun yang paling spesial Hari Batik Nasional, Bangga Batik Indonesia warisan budaya yang sangat istimewa dan mendunia.

Kemarin nih gaes, rombongan teman sosial media kota Solo dan blogger Solo dolan bareng Museum Batik Danar Hadi. Serunya belajar bareng dan mengenal lebih jauh seputar Batik. Belajar bagaimana sejarah batik di Indonesia dan melihat lebih dekat berbagai koleksi batik Indonesia.

MUSEUM BATIK DANAR HADI : The House of Danar Hadi

MUSEUM BATIK DANAR HADI berada di Jalan Slamet Riyadi 261, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo. Lokasi museum ini dikenal dengan The House of Danar Hadi ini merupakan kawasan Ndalem Wuryaningratan.

Sebuah kawasan yang dulu merupakan kediaman keluarga K. R. M. H. Wuryaningrat. Beliau merupakan menantu dan juga sekaligus pepatih dalem dari raja Kasunanan Surakarta, yakni Pakoe Boewono ke X. Perlu sobat ketahui Dalem Wuryaningratan tampil dengan gaya arsitektur Jawa berpadu gaya eropa ini dibangun kurang lebih pada abad ke XIX atau sekitar tahun 1890 oleh seorang arsitek Belanda. Tampil dengan nuansa Eropa yang cukup kuat, namun tata ruang tetap mengikuti konsep rumah adat Jawa yang memiliki halamannya luas, Pendapa, Pringgitan, Omah njero, Senthong-kiwa, Senthong tengah (krobongan), Senthong-tengen, Gandhok. Konsep rumah jawa sangat kuat akan keseimbangan.

Museum Batik Danar Hadi didirkan oleh Bapak H. Santosa Doellah, pendiri dan Direktur Utama PT Batik Danar Hadi. Hadirnya Museum Batik Danar Hadi ingin melestarikan dan mengembangkan seni batik, menambah sarana pendidikan dan pengetahuan khususnya di bidang seni batik, dan destinasi wisata di kota Solo sebagai kota budaya.

Museum Batik Danar Hadi didirkan sebagai bentuk rasa cinta Bapak Santosa Doellah pendiri PT Batik Danar Hadi terhadap warisan budaya Indonesia. Ketika berkunjung ke museum batik ini juga akan diceritakan kisah ketekunan Bapak Santosa Doellah merintis usaha Batik Danar Hadi pada 1967, saat itu beliau berusia 26 tahun dan beliau baru menikah dengan Ibu Danarsih.

Dikutip dari Perjalanan Perjalanan Danar Hadi via laman resmi http://danarhadibatik.com. Batik Danar Hadi didirikan pada tahun 1967. Batik Danar Hadi merupakan perusahan keluarga. Bapak Santosa Doellah dan istrinya, Ibu Danarsih Hadipriyono, adalah keturunan pengusaha batik. Kakek Bapak Santosa Doellah, R. H. Wongsidinomo adalah pendiri dan pemilik WS Batik di Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah. Ayah Bapak Santosa Doellah adalah seorang dokter dan beliau dibesarkan oleh kakek-neneknya, itu merupakan hal biasa pada jamannya.

Setelah mendapat gelar sarjana ekonomi, di tahun 1967, Bapak Santosa Doellah menikah dengan Ibu Danarsih Hadipriyono, anak perempuan dari perajin dan produsen batik yang sukses, H. Hadipriyono. Perlu sobat ketahui, ceritanya begini nama batik Danar Hadi berasal dari dua nama, yaitu nama istri beliau Ibu Danarsih dan nama ayah mertua (ayah istri) Bapak Hadipriyono yang sampai saat ini masih terus eksis dan menjadi salah satu dari tiga besar industri batik di Indonesia.

Secara arsitektural, Museum Batik Danar Hadi dirancang dengan bentuk bangunan yang disesuaikan dengan arsitektur nDalem Wuryaningratan. Museum Batik Danar Hadi terbagi menjadi 12 ruang yaitu 1 lobby dan sebelas ruang yang terdapat banyak koleksi batik kuno milik Bapak H. Santosa Doellah. Banyaknya koleksi batik kuno ini terbagi menjadi sembilan jenis batik. Oleh karena itu Museum Batik Danar Hadi hadir dengan tema “Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan”.

Sembilan jenis batik tersebut meliputi Batik Belanda, Batik Cina, Batik Djawa Hokokai, Batik Pengaruh India, Batik Kraton, Batik Pengaruh Kraton, Batik Sudagaran dan Batik Petani, Batik Indonesia dan Batik Danar Hadi.

Jadi ceritanya begini sob, setiap sehelai wastra batik atau kain batik pada warna dan polanya akan dipengaruhi oleh zaman atau lingkungannya. Misalnya ini sob, “Batik Belanda”, batik ini memiliki pola dan karakter yang dipengaruhi oleh budaya Belanda atau Eropa. Hal ini karena dibuat sekitar tahun 1840 – 1910. Ketika itu Indonesia berada di bawah masa kolonialisme Belanda, sehingga bakal melihat pola dengan tema cerita “Snow White”, “Little Red Riding Hood”, “Hanzel and Gretel”, dan masih banyak lagi.

Ada juga “Batik Cina” yang mendapat pengaruh dari budaya Cina (Tionghoa). Ini terlihat dari aneka pola dengan ragam hias burung Hong (Phoenix Bird), Kelelawar, Kura-Kura, dan ragam hias Banji seperti Swastika.

Museum Batik Danar Hadi dibuka resmi pada 20 Oktober 2000 ini selalu buka setiap hari mulai jam 09.00 hingga 16.30 WIB. Kecuali H1 lebaran dan 1 Januari. Dengan HTM umum Rp. 35.000,- pelajar Rp 15.000,- bisa sepuasnya berkeliling belajar tentang batik. Nah spesial hari batik Nasional, khusus 2 Oktober ada diskon 50%. Makin asik kan, berwisata sekaligus belajar dan makin cinta warisan budaya Indonesia.

Advertisements
, , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *